Dengan semakin meluasnya aplikasi sablon, kualitas sablon semakin menuntut. Perkembangan sablon didasarkan pada teknologi praktek produksi, kurangnya pedoman teori dan model matematis, sehingga pengembangan terhambat. Oleh karena itu, kajian teori dan model matematika menjadi mendesak.
Makalah ini menganalisis pengaruh kualitas sablon dari sifat mekanik layar, rangka layar, pengikis tinta dan bahan dasar sablon lainnya yaitu deformasi, sehingga memberikan landasan teori bagi penerapan praktis sablon.Layar merupakan landasan dari sablon. Model ini dibuat untuk menganalisis hubungan tegangan antara layar makro dan layar mikro, yang memberikan dasar untuk mengembangkan layar baru yang diterapkan. Sesuai dengan sifat mekanik layar, memilih layar yang sesuai dan ekonomis dapat sangat mengurangi biaya pencetakan. Bingkai layar karena bahan dan strukturnya, dalam proses pembuatan pelat rentan terhadap deformasi, mempengaruhi kualitas layar. limbah wire mesh dan bahan lainnya. Sekarang bahan utama screen scraper adalah karet, karet adalah sejenis bahan polimer, gaya pemeras dalam proses pencetakan, di bawah aksi gaya rantai molekul karet yang melengkung melalui pergerakan rantai sepanjang arah gaya ekstensi, sehingga deformasi pemeras, serangkaian efek buruk pada kualitas pencetakan. Dalam tulisan ini, deformasi scraper dalam pencetakan dianalisis, dan langkah-langkah kompensasi dan langkah-langkah perbaikan diajukan. Pada akhirnya, metode eksperimen ortogonal diperkenalkan untuk mendapatkan pengaruh utama tegangan layar pada sablon, dilanjutkan dengan kesimpulan Sudut dan jarak scraper. Dalam produksi sebenarnya, metode eksperimen ortogonal dapat digunakan untuk mendapatkan kondisi teknologi terbaik, yang dapat menjadi acuan dalam praktik produksi.



