Proses DTF sederhana dalam cara kerjanya seperti namanya – Mencetak pada film dan langsung mentransfernya ke kain. Langkah 1 – Cetak pada Film Daripada kertas biasa, masukkan film PET ke dalam baki printer. Pertama-tama cetak seluruh gambar berwarna putih pada film PET. Setelah
ini, dengan menggunakan pengaturan warna yang sesuai pada printer, cetak gambar yang diperlukan pada lapisan gambar putih. Hal penting yang perlu diingat adalah cetakan pada film harus merupakan bayangan cermin dari gambar sebenarnya yang ingin ditampilkan pada kain. Langkah 2 – Pembubukan Langkah ini adalah pengaplikasian bubuk lelehan panas pada film yang terdapat gambar cetakannya. Bedak diaplikasikan secara merata saat cetakan basah dan sisa bedak harus dihilangkan dengan hati-hati. Yang penting adalah memastikan bubuk tersebar merata ke seluruh permukaan cetakan pada film. Salah satu cara yang sangat umum untuk memastikan hal ini adalah dengan memegang film pada tepi pendeknya sehingga tepi panjangnya sejajar dengan lantai (orientasi lanskap) dan menuangkan bubuk di tengah film dari atas ke bawah sehingga membentuk tumpukan setebal kira-kira 1 inci di tengah dari atas ke bawah. Ambil film bersama dengan bedak dan tekuk sedikit ke dalam sehingga membentuk huruf U kecil dengan permukaan cekung menghadap diri sendiri. Sekarang goyangkan film ini dari kiri ke kanan dengan sangat pelan sehingga bubuk akan menyebar secara perlahan dan merata ke seluruh permukaan film. Sebagai alternatif, seseorang dapat menggunakan pengocok otomatis yang tersedia untuk pengaturan komersial. Langkah 3 – Mencairkan bubuk Seperti namanya, bubuk dicairkan pada langkah ini. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara yang paling umum adalah dengan memasukkan film dengan gambar cetakan dan bedak yang diaplikasikan ke dalam Curing Oven dan memanaskannya. Jika oven pengawetan tidak tersedia, letakkan film di dalam alat pres panas dan dekatkan bagian atas alat pres ke film tetapi jangan menyentuhnya. Harus ada celah sekitar 4 hingga 7 mm antara film dan pelat atas heat press. Seseorang dapat menggunakan kawat logam untuk mengikat bagian atas mesin press sedemikian rupa sehingga tidak menutupi film sepenuhnya dan meninggalkan celah yang diperlukan. Untuk hasil terbaik, sangat disarankan untuk mengikuti spesifikasi pabrikan untuk peleburan bubuk. Tergantung pada bedak dan peralatannya, pemanasan umumnya dilakukan selama 2 hingga 5 menit dengan suhu sekitar 160 hingga 170 derajat Celcius. Langkah 4 – Pra-pengepresan Langkah ini melibatkan pra-pengepresan pada kain sebelum gambar ditransfer ke film. Kain disimpan dalam alat pengepres panas dan
diberi tekanan di bawah panas selama sekitar 2 hingga 5 detik. Hal ini dilakukan untuk meratakan kain dan juga memastikan de-humidifikasi pada kain
kain. Pra-pengepresan membantu transfer gambar dari film ke kain dengan benar. Langkah 5 – Transfer Ini adalah inti dari proses pencetakan DTF. Film PET dengan gambar dan bubuk leleh ditempatkan pada kain yang telah dipres sebelumnya dalam mesin press panas untuk daya rekat yang kuat antara film dan kain. Proses ini juga disebut 'pengobatan'. Pengawetan dilakukan pada kisaran suhu 160 hingga 170 derajat Celcius selama kurang lebih 15 hingga 20 detik. Film sekarang melekat erat pada kain. Langkah 6 – Pengelupasan Dingin
Penting agar kain dan film yang sekarang menempel di atasnya mendingin hingga mencapai suhu kamar sebelum seseorang melepas film tersebut. Karena lelehan panas memiliki sifat yang mirip dengan Amida, saat didinginkan, ia bertindak sebagai pengikat yang menahan pigmen berwarna pada tinta agar melekat kuat pada serat kain. Setelah film mendingin, film tersebut harus dikupas dari kainnya, meninggalkan desain yang diperlukan tercetak dengan tinta di atas kain.
Langkah 7 – Pasca-penekanan
Ini adalah langkah opsional tetapi sangat disarankan untuk hasil terbaik dan parameter kinerja tinggi seperti ketahanan luntur pencucian dan gosok. Pada langkah ini, kain akhir dengan desain yang ditransfer ditekan dalam heat press selama sekitar 10 hingga 15 detik.