Jika Anda relatif baru dalam proses sablon, menentukan jumlah jaring layar bisa menjadi proses yang membingungkan dan tidak ilmiah – seringkali bagi percetakan yang lebih berpengalaman, hal ini dianggap lebih sebagai bentuk seni yang berpengalaman. Ini merupakan faktor penting dalam menentukan jumlah tinta sablon yang akan disimpan serta jumlah detail yang dapat ditampung layar.
Ukuran mata jaring diukur dengan berapa banyak benang yang ada per inci persegi. Misalnya, layar 86 mesh memiliki 86 benang per inci persegi. Semakin tinggi jumlah mesh, semakin halus lubang pada layar sehingga memungkinkan detail yang lebih halus namun juga mengurangi jumlah tinta yang dapat Anda simpan. Ukuran jaring sangat berkaitan dengan seberapa tebal tinta yang Anda gunakan. Seberapa detail gambar Anda juga menjadi pertimbangan dalam pemilihan jumlah mesh.
Jika Anda memiliki desain dengan detail yang sangat tinggi, layar mesh yang lebih rendah tidak akan menahan garis-garis halus atau titik-titik pada gambar dan tidak akan muncul sehingga menyebabkan kurangnya detail pada produk jadi. Di sisi lain, jika Anda mencoba mencetak tinta yang lebih tebal (seperti putih) melalui jaring kasa yang terlalu tinggi, hampir tidak ada tinta yang akan tercetak melalui jaring karena lubangnya terlalu kecil. Anda mungkin memperhatikan bahwa perusahaan yang berbeda memiliki ukuran yang sedikit berbeda. Jika jumlah mesh cukup dekat, seperti 156 vs 160, 196 vs 200, atau 81 vs 86, perbedaannya sangat kecil sehingga tidak menjadi masalah karena Anda tidak akan melihat perbedaan yang signifikan pada produk akhir Anda.



